| Senin - Sabtu | : | 09:00 - 20:00 WIB |
| Minggu | : | 09:00 - 21:00 WIB |
Rumah subsidi dan komersial adalah dua tipe hunian yang lazim ada di pasar properti. Keduanya tidak dibedakan terutama oleh kualitas bangunan, melainkan oleh skema penyediaannya. Sederhananya, rumah komersial adalah rumah yang dijual dengan harga dan melalui mekanisme pasar.
Apabila Anda ingin mengetahui perbedaan keduanya dengan lebih jelas, khususnya terkait properti komersial, simak panduan di bawah ini.

Rumah komersial artinya rumah yang dijual oleh developer dengan harga dan mekanisme pasar.
Jadi, istilah “komersial” di sini mengacu pada jenis perumahan berdasarkan skema penyediaannya. Maka, peruntukannya tidak sama seperti pada “rumah komersial”, yaitu bangunan untuk kegiatan usaha, misalnya rumah toko (ruko).
Rumah subsidi adalah rumah yang harganya ditekan melalui kebijakan pemerintah. Tujuannya agar masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan rumah layak dapat memiliki rumah dengan biaya yang lebih terjangkau. Maka dari itu, pembelian harus dilakukan melalui prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Untuk rumah komersial, pembelian dapat Anda lakukan langsung melalui developer dan bank jika menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Catatan: Label “komersial” tidak otomatis membuat rumah itu mewah, begitu pula label “subsidi” tidak otomatis berarti rumah itu jelek atau berkualitas buruk. Kedua label ini hanya menunjukkan skema penyediaan dan pembiayaan rumah masing-masing.

Supaya Anda lebih mudah membedakan rumah komersial di lapangan, catat ciri-ciri berikut:
Pada rumah komersial, harga mengikuti harga jual produk yang ditetapkan oleh developer. Sedangkan rumah subsidi diatur oleh pemerintah terkait harga jual maksimum. Karena itu, developer harus mematuhi batas yang telah ditetapkan.
Misalnya, ada tipe 36, 45, 60, hingga 72. Ada juga rumah satu dan dua lantai, serta beberapa pilihan luas tanah.
Perumahan komersial tidak mesti menyediakan semuanya. Namun, developer lebih bebas menentukan variasi produk sesuai target pasar, entah itu rumah tipe kecil dengan harga terjangkau atau rumah tipe besar dengan fasilitas lengkap, dan lain sebagainya.
Rumah komersial bukan bagian dari skema KPR subsidi pemerintah yang memberikan keringanan bunga dan uang muka. Maka dari itu, Anda selanjutnya akan berhadapan dengan ketentuan kredit bank komersial, seperti suku bunga, uang muka, tenor, dan biaya-biaya lain yang berlaku untuk produk kredit tersebut.

Developer umumnya menawarkan berbagai jenis rumah komersial sebagai berikut.
Rumah tapak adalah rumah yang berdiri di atas sebidang tanah sendiri. Rumah tapak sendiri bisa berupa rumah satu lantai atau dua lantai. Apabila penjualannya menggunakan mekanisme pasar, rumah tapak tersebut masuk kategori rumah komersial.
Bentuknya tetap rumah tapak, hanya saja rumah deret dibangun berhimpitan dalam satu deretan. Dinding antarunit bisa bersinggungan. Alhasil, tanah dan rumah yang terpakai menjadi lebih sedikit.
Model semacam ini cukup banyak terdapat di perumahan komersial dengan harga yang lebih murah atau di lahan yang terbatas.
Rumah-rumah di suatu kawasan dibangun dalam sejumlah kelompok atau “cluster” dengan akses serta fasilitas tersendiri. Misalnya, sebuah cluster terdiri dari 50 rumah dengan satu gerbang, taman, jalan lingkungan, dan seterusnya.
Di sisi lain, terdapat rumah komersial kelas atas. Ciri umumnya berupa:
Tanah dan bangunan yang lebih luas,
Lokasi lebih eksklusif,
Spesifikasi konstruksi lebih tinggi,
Fasilitas kawasan lebih lengkap, atau
Menawarkan desain khusus.
Karena itu, harganya bisa menyentuh miliaran rupiah.
Jenis lainnya adalah rumah yang berada di kawasan perkotaan dengan lahan yang relatif terbatas. Umumnya, ukuran tanahnya lebih kecil, namun lokasinya dekat pusat aktivitas, fasilitas umum, perkantoran, pusat belanja, atau transportasi. Bentuknya dapat berupa rumah deret dengan desain yang relatif seragam.

Kalau begitu, mending rumah subsidi atau komersial?
Untuk menjawabnya, Anda perlu membandingkan keduanya lebih dulu, kemudian tentukan mana yang kira-kira lebih sesuai untuk Anda. Pasalnya, setiap pilihan memiliki “keistimewaan”-nya sendiri.

Masih terkait poin sebelumnya, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan rumah komersial yang bisa Anda pertimbangkan sebelum membeli.
Anda dapat menemukan berbagai pilihan tipe, luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar, desain, hingga konsep kawasan.
Developer lebih bebas menawarkan fitur dan spesifikasi rumah.
Rumah bisa dibangun di berbagai kawasan, termasuk lokasi strategis yang tidak termasuk dalam program rumah subsidi. Artinya, pilihan Anda lebih banyak jika Anda punya pertimbangan khusus soal akses kerja, fasilitas umum, atau lingkungan.
Anda tidak harus memenuhi batas penghasilan maupun syarat kepemilikan rumah seperti pada program subsidi.
Karena mengikuti harga pasar dan tanpa subsidi pemerintah, harga serta cicilan rumah komersial bisa terbilang tinggi.
Bunga KPR wajib diperhatikan dengan saksama, terutama ketentuan bunga setelah masa bunga tetap berakhir, karena perubahannya dapat memengaruhi besarnya cicilan.
Di luar cicilan, ada pula biaya seperti listrik, air, iuran lingkungan, pajak, perawatan, perabot, dan kemungkinan biaya renovasi. Misalnya rumah seharga Rp1 miliar, bukan berarti dana yang harus Anda siapkan persis sebesar Rp1 miliar.

Rumah komersial, sebagaimana telah Anda amati, tidak lepas dari kekurangannya sendiri. Walau demikian, unit Florence Village di Jakarta Garden City bisa menjadi opsi yang lebih menguntungkan.
Walaupun berlokasi di kawasan yang sudah berkembang, contoh rumah komersial terbaru dari PT Modernland Realty Tbk. ini dipasarkan mulai Rp900 jutaan. Pada hari itu, Anda dapat menghuni rumah dua lantai dengan 3 kamar tidur dan 3 kamar mandi yang luas untuk seluruh keluarga.
Selain itu, Anda juga dapat menjangkau fasilitas yang mempermudah kegiatan sehari-hari, seperti akses ke:
AEON Mall,
IKEA,
Sekolah Global Mandiri,
SIS Singapore Intercultural School,
Mayapada Hospital Jakarta Timur,
Dan masih banyak lagi.
Dengan demikian, di JGC, rumah komersial adalah rumah dengan harga terjangkau yang tidak mengurangi kenyamanan penghuninya maupun prospek nilai properti itu sendiri di masa depan.
Jika ini hunian yang selama ini Anda cari di Jakarta Timur, hubungi kami untuk melihat rumah contoh dan menentukan lokasi pilihan Anda.