| Senin - Sabtu | : | 09:00 - 20:00 WIB |
| Minggu | : | 09:00 - 21:00 WIB |
Tipe rumah adalah istilah yang digunakan untuk mengelompokkan rumah berdasarkan luas bangunan. Angka tersebut memudahkan Anda menyaring pilihan sesuai kebutuhan, bahkan menaksir harga secara wajar. Sementara itu, cara menghitung tipe rumah dapat Anda kerjakan sendiri, sebagaimana akan dijelaskan secara lengkap di bawah ini.

Tipe rumah adalah sebutan untuk mengelompokkan rumah berdasarkan ukuran luas bangunan di Indonesia. Ukuran tersebut dinyatakan dengan angka seperti tipe 24, tipe 45, tipe 60, tipe 72, dan seterusnya.
Jadi, "tipe 60" yang disebut developer pada dasarnya berarti rumah dengan luas bangunan 60 m².
Karena informasinya terbatas pada ukuran bangunan, tipe rumah tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi rumah yang sebenarnya. Dengan begitu, dua rumah bertipe 60 yang sama dapat memiliki denah, jumlah lantai, luas tanah, hingga ukuran ruang yang berbeda.

Ada baiknya Anda mengetahui tipe rumah, khususnya sebelum bertransaksi. Berikut tiga alasannya.
Dari tipe rumah, Anda bisa mendapatkan gambaran awal tentang seberapa luas bangunan yang ditawarkan.
Contohnya, jika Anda membutuhkan ruang lebih banyak untuk keluarga besar, rumah tipe 60 atau 72 bisa menjadi pilihan yang tepat. Sedangkan untuk hunian yang lebih ringkas, tipe yang lebih kecil dapat dipertimbangkan.
Namun, angka tersebut tetap bukan patokan yang lengkap. Tipe 60, misalnya, tidak menjamin jumlah kamar dan ukuran ruang yang sama antara satu rumah dan yang lain.
Misalnya, ada dua rumah yang sama-sama ditawarkan sebagai tipe 60. Anda dapat langsung mengetahui bahwa luas bangunan keduanya sama, kemudian membandingkan hal lain seperti:
Luas tanah
Denah
Jumlah lantai
Posisi unit
Fasilitas
Sementara itu, selisih luas bangunan antara tipe 45 dan tipe 72 terlihat jelas.
Tipe rumah juga membantu membandingkan harga. Rumah dengan harga tertentu tidak bisa dinilai hanya dari total nominalnya. Luas bangunan dan luas tanah ikut menentukan apakah harga yang dipatok wajar atau tidak.
Contohnya, rumah tipe 45 dan 60 yang luas tanahnya sama, namun luas bangunannya berbeda. Selisih itu jelas perlu Anda perhitungkan saat membandingkan harga dan layout-nya.

Anda sebenarnya bisa menghitung tipe rumah sendiri. Berikut adalah empat cara menghitung ukuran tipe rumah.
Dengan cara ini, Anda cukup memperhatikan kelengkapan rumah, misalnya jumlah kamar tidur, kamar mandi, garasi, ruang keluarga, dan taman.
Dari daftar itu, skala rumah dapat tergambar. Semakin lengkap fasilitasnya, semakin besar pula skala rumah yang dapat Anda perkirakan.
Di samping itu, ukuran rumah dapat diperkirakan dari harganya. Rumah yang bangunan dan tanahnya lebih luas cenderung berharga lain daripada rumah yang lebih kecil.
Akan tetapi, harga tidak semestinya dijadikan satu-satunya patokan, karena masih banyak faktor lain yang juga menentukan, seperti:
Lokasi
Akses jalan
Posisi unit
Fasilitas kawasan
Usia bangunan
Kualitas material
Kondisi pasar
Jadi, harga yang sama tidak menjamin luas bangunan kedua rumah itu sama. Sebaliknya, tipe yang sama pun tidak menjamin harganya akan sama.
Tipe rumah yang lebih akurat dapat Anda peroleh melalui penghitungan ukuran setiap bagian bangunan.
Bila bentuk rumahnya sederhana (kotak atau persegi panjang), Anda dapat mengukur luasnya dengan rumus panjang dikalikan lebar. Jadi, bangunan dengan panjang 10 meter dan lebar 5 meter memiliki luas 60 m², yang masuk kategori tipe 60.
Sedangkan untuk rumah dengan bentuk tidak beraturan, pecah bangunan menjadi beberapa bidang sederhana. Setelah itu, hitung luas masing-masing bidang lalu jumlahkan semuanya.
AutoCad digunakan untuk membuat denah atau gambar bangunan. Setelah bentuk bangunan digambar, luas bidang dapat dihitung menggunakan fitur pengukuran luas pada perangkat lunak tersebut.
Keuntungannya, Anda bisa mengukur bentuk bangunan yang kompleks tanpa perlu repot menghitung setiap bidang satu per satu. Data ukuran juga dapat Anda simpan dalam bentuk gambar. Jadi, jika sewaktu-waktu ada perubahan desain, data tersebut lebih mudah disesuaikan.
Hanya saja, memakai AutoCad tidak berarti hasil pengukurannya terjamin akurat. Jika ukuran yang Anda masukkan sejak awal salah, hasil luasnya juga akan keliru. Artinya, hasil yang akurat memerlukan data dan gambar yang akurat.

Bermacam-macam tipe rumah dan ukurannya bisa Anda temukan di pasaran. Setelah memahami bahwa angka pada tipe rumah merujuk pada luas bangunan dalam meter persegi, Anda dapat membaca tiap tipe sebagai gambaran skala bangunan.
Dengan luas 24 m², rumah ini terbilang mungil. Karena luas bangunannya terbatas, penataan ruang harus seefisien mungkin.
Tipe semacam ini dapat Anda jumpai di hunian sederhana dan umumnya disasar oleh pembeli dengan kebutuhan ruang dasar, seperti satu kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang tamu serbaguna yang tak jarang sekaligus menjadi dapur.
Salah satu tipe yang sangat umum di perumahan Indonesia adalah tipe 36 dengan luas bangunan 36 m². Luas segitu sudah cukup untuk memuat beberapa ruang dasar seperti kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, serta dapur, meskipun ukurannya masih relatif sempit.
Tipe rumah seluas 45 m² ini memiliki luas tambahan sekitar 9 m² dibandingkan dengan tipe 36. Alhasil, pengaturan denahnya pun menjadi lebih fleksibel. Tambahan luas itu dapat Anda gunakan untuk memperbesar atau menambah ruang sesuai dengan rancangan rumah.
Ukuran rumah seperti ini sudah menyuguhkan ruang yang lebih lapang dibandingkan tipe 36 atau 45. Pengembang juga dapat menyusun denah dengan tiap ruang yang lebih lega atau membaginya menjadi lebih banyak ruang.
Luas bangunan tipe 60 sekitar 60 m². Dengan ukuran itu, Anda sudah memiliki ruang yang cukup fleksibel untuk menghadirkan beberapa kamar serta ruang bersama yang lebih lapang.
Ketimbang tipe 60, tipe ini memiliki tambahan 10 m² sehingga penataan ruang menjadi lebih leluasa. Anda juga bisa memenuhi kebutuhan akan ruang yang lebih banyak atau ruang dengan ukuran yang lebih besar.
Luas itu, dalam beberapa rancangan, memang memungkinkan pembangunan rumah bertingkat. Namun, tipe 70 tidak selalu berarti rumah dua lantai. Rumah satu lantai pun bisa memiliki luas bangunan 70 m².
Dengan luas bangunan 120 m², tipe 120 memiliki skala yang jauh lebih besar dibandingkan tipe-tipe sebelumnya.

Bila sudah lama menghuni rumah dan ingin tahu tipe sebenarnya, Anda bisa mengeceknya dengan mudah dengan memeriksa dokumen rumah.
Untuk pembelian dari developer, cari dokumen seperti surat pemesanan rumah, perjanjian jual beli, brosur unit, atau dokumen serah terima. Di sana biasanya tercantum informasi mengenai tipe dan luas bangunan, dan luas tanah.
Jika dokumen lama hilang atau keterangannya kurang jelas, cobalah mengukur rumah sendiri dan gunakan rumus yang tadi sudah dibahas.
Bila kejelasan informasi tipe rumah dan fasilitasnya merupakan syarat utama bagi Anda dalam bertransaksi, pilihlah hunian dari Jakarta Garden City sebagai ddeveloper terpercaya.
Contohnya Vastu yang hadir dalam tiga tipe:
V7 (2 lantai) seluas 140 m²
V7+ (3 lantai) seluas 194 m²
V9 (3 lantai) seluas 250 m²
Skala ketiganya besar, yang berarti cukup untuk menampung ruang esensial serta ruang penunjang bagi keluarga.
Selain berskala besar, Vastu juga unggul karena fasilitas di dalam cluster tersedia lengkap:
Club house
Jacuzzi
Taman
Children playground
Ruang serbaguna
Gerbang satu akses
Sistem keamanan 24 jam
Area hijau
Ukuran rumah dan fasilitasnya yang sudah jelas akan menghemat waktu Anda dalam mencari informasi. Ini juga bisa menghindari kerepotan saat Anda mencoba cara menghitung tipe rumah sendiri di atas. Hubungi kami untuk menentukan pilihan dengan lebih cepat dan tepat, lengkap dengan rekomendasi tipe Vastu yang cocok untuk gaya hidup Anda.