| Senin - Sabtu | : | 09:00 - 20:00 WIB |
| Minggu | : | 09:00 - 21:00 WIB |
Pasar perumahan menawarkan dua jenis rumah, yaitu rumah siap huni dan rumah indent. Sesuai sebutannya, rumah siap huni artinya rumah yang bangunan fisiknya sudah rampung, atau minimal sudah siap ditempati, sedangkan rumah indent adalah rumah yang perlu dibangun dulu sebelum dihuni.

Rumah indent artinya rumah yang belum memiliki bangunan fisik sehingga belum bisa langsung Anda tempati.
Kata “indent” sendiri merujuk pada pemesanan barang yang belum tersedia dan baru dipenuhi kemudian. Dalam konteks perumahan, pengertian rumah indent bisa berbeda-beda.
Pasalnya, indent tidak selalu berarti tanahnya masih kosong dan rumahnya belum berdiri sama sekali. Bisa juga rumah tersebut sedang dalam tahap pembangunan. Situasi semacam ini juga dapat menjelaskan apa itu inden rumah.

Secara garis besar, begini alur membeli rumah indent.
Di tahap ini, developer menyampaikan informasi mengenai:
Harga
Luas tanah dan bangunan
Denah
Spesifikasi material
Fasilitas
Perkiraan waktu pembangunan
Bila rumah contoh sudah ada, Anda dapat melihatnya agar Anda punya gambaran tentang hasil akhirnya.
Catatan: Rumah contoh belum pasti sama persis dengan rumah yang dibeli. Maka dari itu, tetaplah berpegang pada spesifikasi tertulis sebagai acuan.
Begitu tipe rumah dan nomor kavling Anda pilih, bayarlah tanda jadi atau uang muka pemesanan sesuai kebijakan developer. Setelah itu, Anda akan menjalani proses administrasi dan pembayaran. Bila menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), umumnya ada tahap pengajuan dan penilaian kemampuan membayar dari pihak bank.
Perjanjian umumnya mencantumkan:
Harga
Spesifikasi rumah
Luas tanah dan bangunan
Jadwal pembangunan dan/atau jadwal serah terima
Mekanisme pembayaran
Ketentuan apabila terjadi perubahan
Hak dan kewajiban masing-masing pihak
Bacalah dengan teliti dan bahas kembali isi kontrak bersama developer bila ada bagian yang Anda rasa kurang cocok.
Setelah syarat dan pembayaran sesuai ketentuan terpenuhi, pembangunan mulai berjalan.
Setelah pembangunan selesai, umumnya ada tahap pemeriksaan sebelum serah terima. Anda dapat mengecek kondisi rumah dan membandingkannya dengan spesifikasi dalam perjanjian.
Adapun mekanisme perbaikan dapat dijalankan sebelum atau sesudah serah terima untuk bagian yang perlu dibetulkan, sesuai dengan perjanjian dan keputusan developer.
Usai rumah memenuhi ketentuan serah terima dan proses administrasi beres, unit diserahkan kepada pembeli. Akhirnya, rumah dapat dihuni.

Sebetulnya durasi pembangunan rumah indent tidak bisa dipukul rata, karena bergantung pada:
Developer,
Tipe rumah,
Kondisi proyek, dan
Tahap pembangunan kawasan.
Namun, secara kasar, rumah indent memerlukan waktu beberapa bulan hingga sekitar setahun lebih untuk siap diserahkan. Jika proyeknya masih pada tahap awal pengembangan kawasan, durasinya bisa lebih lama.
Apabila waktu pembangunan ternyata melebihi durasi yang tercantum dalam perjanjian, mintalah penjelasan tertulis dari developer sebagai bukti administrasi bahwa Anda telah mempertanyakan keterlambatan tersebut.
Bukti tersebut kelak dapat Anda gunakan untuk mengambil langkah hukum kalau-kalau keterlambatan makin parah.

Ada beberapa aspek lain yang membedakan rumah indent dan ready stock, selain kapan rumah bisa ditempati.

Ada beberapa keuntungan beli rumah indent yang bisa Anda peroleh:
Pada tahap awal penjualan, proyek cenderung memiliki lebih banyak kavling yang belum terjual. Jadi, Anda memiliki kesempatan lebih besar untuk menentukan posisi rumah sesuai kebutuhan, seperti rumah hook atau rumah yang berdekatan dengan taman.
Terkadang developer menetapkan harga yang berbeda berdasarkan tahap penjualan. Dengan kata lain, unit yang dipasarkan saat proyek masih dalam tahap pengembangan dapat ditawarkan dengan harga awal yang kemudian berubah pada tahap selanjutnya.
Namun, ini bukan aturan mutlak. Harga rumah indent tidak serta-merta lebih murah daripada rumah siap huni karena sepenuhnya bergantung pada proyek dan strategi developer.
Pada tahap awal sebuah kawasan, lingkungan di sekitarnya umumnya masih dalam proses pembangunan. Ke depannya, akan muncul fasilitas kawasan, area komersial, taman, dan infrastruktur lain sesuai rencana pengembangan.
Meski begitu, hal ini tergantung pada sejauh mana rencana developer dapat direalisasikan. Dengan kata lain, gambar kawasan dalam brosur belum tentu menggambarkan kondisi pada hari Anda menerima rumah.
Karena pembangunan berlangsung selama beberapa bulan, Anda pun punya waktu untuk mempersiapkan kebutuhan rumah secara bertahap. Misalnya, Anda masih tinggal di tempat lain. Sembari rumah dibangun, Anda dapat menyiapkan perabot, mengurus kepindahan, dan hal-hal lainnya.

Di sisi lain, membeli rumah indent juga bisa berisiko terhadap hal-hal berikut.
Rumah contoh, denah, gambar tiga dimensi, dan spesifikasi dapat Anda lihat. Namun, rumah yang akhirnya Anda terima masih harus dibangun. Artinya, saat transaksi dilakukan, Anda belum benar-benar mengetahui kondisi fisiknya.
Jika pembangunan atau serah terima molor, Anda harus menunggu lebih lama. Dampaknya bisa menjalar ke rencana kepindahan, biaya tempat tinggal selama menunggu, dan pengelolaan keuangan. Sebab itu, jadwal pembangunan dan serah terima dalam perjanjian perlu dipastikan jelas sejak awal.
Misalnya, Anda ingin memastikan lantai bangunan rata, tekanan air bagus, tidak ada kebocoran, pemasangan pintu dan jendela rapi, dan sebagainya. Semua itu baru bisa Anda ketahui setelah rumahnya selesai dibangun.
Anggaplah kawasan itu sekarang masih sepi. Beberapa tahun ke depan, kawasan itu dapat menjadi jauh lebih ramai karena unit-unit lain mulai terisi dan fasilitas komersial mulai beroperasi.
Namun sebaliknya, jika pengembangan fasilitas yang dijanjikan berjalan lebih lambat daripada rencananya, lingkungan bisa terasa kosong lebih lama. Maka, ketika menginden rumah, Anda perlu membedakan antara kondisi saat ini dan rencana pengembangan kawasan.

Bila Anda mulai sungguh-sungguh mempertimbangkan untuk membeli rumah indent, pertimbangkan hal-hal ini.
PP Nomor 12 Tahun 2021 mengharuskan developer menyampaikan informasi kepada calon pembeli, antara lain mengenai jadwal pelaksanaan pembangunan dan jadwal serah terima rumah pada tahap awal.
Karena itu, jangan ragu menanyakan:
Kapan rumah mulai dibangun?
Kapan target selesai?
Kapan target serah terima?
Bagaimana ketentuannya bila terjadi keterlambatan?
Di samping informasi lisan tadi, Anda juga berhak memperoleh materi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) bahkan sebelum menyatakan sepakat untuk membeli.
Pelajari PPJB dengan teliti untuk mengetahui:
Objek rumah dan luasnya
Harga dan cara pembayaran
Spesifikasi bangunan
Jadwal pembangunan
Jadwal serah terima
Hak dan kewajiban masing-masing pihak
Pemeliharaan
Pembatalan
Penyelesaian sengketa
Ketentuan apabila terjadi keterlambatan.
Tidak kalah penting, tanah dan proyeknya harus sah secara hukum. Karena itu, pastikan betul-betul, khususnya soal peruntukan ruang, hak atas tanah, status penguasaan rumah, dan perizinan pembangunan, demi menghindari persoalan legal di kemudian hari.
Jika developer pernah menggarap proyek lain, Anda punya bahan untuk menilai rekam jejaknya. Cari tahu:
Ketepatan waktu developer menyelesaikan proyek dan serah terima,
Kualitas bangunan setelah beberapa tahun,
Pengelolaan lingkungan setelah penghuni masuk, dan
Realisasi fasilitas yang dijanjikan.
Tak ingin cemas soal kepastian pembangunan rumah? Florence Village patut Anda pertimbangkan. Cluster terbaru di Jakarta Garden City ini dikembangkan oleh PT Modernland Realty Tbk., developer berpengalaman dan terpercaya dalam mengelola kawasan terintegrasi.
Florence Village menawarkan rumah tapak dua lantai dengan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan carport untuk 2 mobil, dengan harga mulai dari Rp900 jutaan.
Menariknya, Jakarta Garden City menawarkan paket bonus yang menguntungkan untuk pembelian unit di cluster ini, yaitu:
Bebas DP di awal
Biaya akad ditanggung developer
Bonus emas dan iPhone 17 Pro Max
Lokasinya tak kalah menguntungkan. Florence Village berlokasi di jantung JGC yang terhubung dengan:
AEON Mall
IKEA
Rumah Sakit Mayapada
Tak hanya itu, aksesnya juga mudah ke Exit Tol Cakung Timur dan Kelapa Gading.
Maka, meski rumah indent adalah rumah yang dibangun setelah pemesanan dan karena itu memiliki risiko tersendiri, semua kelebihan Florence Village di atas justru membuktikan sebaliknya. Hubungi kami untuk mengatur jadwal kunjungan sekaligus memilih kavling yang Anda inginkan.