| Senin - Sabtu | : | 09:00 - 20:00 WIB |
| Minggu | : | 09:00 - 21:00 WIB |
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan pilihan hunian, rumah cluster bisa menjadi salah satu konsep yang menarik untuk dipahami. Rumah-rumah di kawasan ini dirancang sebagai bagian dari lingkungan yang terintegrasi.
Lantas, apa saja ciri, kelebihan, dan kekurangan rumah ini? Simak pembahasannya berikut ini.

Rumah cluster adalah rumah yang dibangun di dalam satu kawasan perumahan, dengan sejumlah unit yang disusun membentuk satu kelompok hunian.
Perumahan membentuk kawasan besarnya. Cluster merupakan kelompok hunian di dalam kawasan tersebut, sementara satuan yang lebih kecil adalah tiap rumah yang berada di dalam cluster tersebut.

Anda dapat mengenali rumah ini dari beberapa ciri berikut.
Unit-unit rumahnya tidak berdiri terpisah begitu saja. Sejak awal developer merancang sekumpulan rumah itu sebagai satu lingkungan, termasuk posisi rumah, jalan, ruang terbuka, dan fasilitasnya.
Maka dari itu, satu cluster umumnya memiliki jumlah unit terbatas dan batas kawasan yang cukup jelas.
Sementara itu, biasanya terdapat pola khas yang dimiliki rumah-rumah dalam satu cluster, misalnya:
Beberapa pilihan tipe rumah
Bentuk fasad yang relatif seragam
Garis bangunan yang teratur
Ukuran kavling yang berada dalam rentang tertentu
Jarak antar-rumah yang sudah ditentukan
Jalan lingkungan di dalam cluster berfungsi menghubungkan tiap unit rumah, dan umumnya sudah dirancang bersamaan dengan pembangunan rumahnya.
Itulah sebabnya, begitu Anda memasuki sebuah cluster, biasanya akan terasa seperti masuk ke lingkungan hunian yang utuh. Jalan internal, taman, saluran air, penerangan, dan elemen lingkungan lainnya tersusun secara terpadu.
Di sisi lain, Anda juga akan menjumpai batas yang jelas antara cluster dan lingkungan di luarnya. Batasnya dapat berupa:
Gerbang
Pagar
Jalan
Taman
Sementara itu, adanya gerbang serta akses keluar-masuk yang dikendalikan menguatkan kesan kawasan sebagai hunian eksklusif.
Sebuah cluster sudah dilengkapi taman, area bermain, tempat ibadah, kolam renang, jalur pejalan kaki, sistem keamanan, dan masih banyak fasilitas lain, semuanya untuk penghuni kawasan.
Fasilitas rumah cluster itu disediakan sebagai bagian dari penawaran developer untuk menjual lingkungan hunian yang sudah berkembang.

Jika Anda tinggal di kawasan yang sudah teratur dan fasilitasnya lengkap, Anda akan mendapatkan sejumlah keuntungan berikut.
Kawasan cluster biasanya memiliki tampilan yang lebih tertata karena setiap elemennya sudah direncanakan sebagai satu kesatuan. Mulai dari posisi rumah, ukuran jalan, ruang hijau, hingga drainase, semuanya mengacu pada rancangan pengembang.
Kondisi ini membuat lingkungan terasa lebih nyaman sekaligus menjaga tampilan kawasan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, kawasan cluster biasanya menerapkan akses keluar-masuk yang lebih terkontrol karena keamanan menjadi bagian dari pengelolaan bersama.
Bentuknya beragam, mulai dari gerbang dan petugas keamanan hingga kamera pengawas atau mekanisme akses tertentu untuk membatasi keluar-masuk kawasan.
Lingkungan yang rapi tentu memberi daya tarik tersendiri, terutama bagi Anda yang memperhatikan tampilan kawasan.
Bentuk rumah, pagar, jalan, taman, dan elemen kawasan lainnya biasanya mengikuti aturan atau konsep tertentu. Keseragaman tersebut membuat kawasan terlihat lebih harmonis.
Karena itu, cluster dengan desain rumah yang sederhana pun tetap bisa memiliki tampilan yang estetik.
Beberapa cluster menawarkan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari taman, tempat bermain anak, kolam renang, hingga jalur pejalan kaki dan lapangan. Berbagai fasilitas ini menjadi bagian dari kawasan sehingga penggunaannya terasa lebih praktis bagi penghuni.
Taman, misalnya, hadir sebagai ruang hijau bersama yang dapat dimanfaatkan untuk bersantai atau beraktivitas.
Selain itu, tinggal di kawasan dengan jumlah rumah yang relatif terbatas dan ruang bersama membuat pertemuan antarpenghuni lebih mudah terjadi. Anda dapat berpapasan dengan tetangga saat berjalan-jalan, bersantai di taman, menemani anak bermain, atau menggunakan fasilitas bersama.
Bagi Anda yang menyukai kehidupan bertetangga, pola lingkungan seperti ini dapat membuat kehidupan bertetangga terasa lebih dekat.

Sistem pengelolaan yang terstruktur membuat cluster memiliki kekurangan tersendiri. Inilah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilihnya.
Kebebasan merenovasi rumah di cluster umumnya mengikuti ketentuan developer. Aturan tersebut membantu menjaga tampilan kawasan agar tetap seragam dan tertata. Alhasil, Anda perlu menyesuaikan rencana renovasi dengan ketentuan kawasan yang berlaku.
Kepadatan kawasan membuat rumah-rumah cluster memiliki jarak yang relatif berdekatan. Anda mungkin lebih mudah mendengar suara atau melihat aktivitas tetangga dalam kehidupan sehari-hari. Jalan lingkungan yang sering dilewati juga membuat interaksi dan aktivitas di sekitar rumah terasa lebih terbuka.
Tampilan rumah yang seragam bisa menjadi daya tarik sekaligus pertimbangan tersendiri, bergantung pada selera penghuni.
Ada yang menganggapnya membuat lingkungan terlihat lebih tertata, sementara penghuni yang menyukai hunian dengan karakter personal mungkin menginginkan lebih banyak variasi.
Kesan monoton juga dapat muncul apabila aturan fasad membatasi modifikasi pada eksterior rumah.
Makin banyak unit dalam sebuah cluster, makin ramai pula aktivitas yang berlangsung di dalam kawasan. Jalan internal dapat menjadi lebih ramai pada jam sibuk, terutama di sekitar gerbang.
Oleh sebab itu, Anda perlu mempertimbangkan ukuran cluster dan jumlah unit saat menilai tingkat kenyamanannya.
Kondisi cluster sangat dipengaruhi oleh kualitas pengelolaannya. Tanpa pengelolaan yang baik, taman dapat kehilangan kerapian, fasilitas bersama dapat rusak, jalan dapat mengalami penurunan kondisi, dan sistem keamanan dapat terganggu.
Saat memilih hunian, Anda pun perlu menilik rekam jejak developer dalam mengelola kawasan dalam jangka panjang untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

Anda dapat membedakan perumahan cluster dari perumahan biasa dengan mengamati beberapa aspek berikut.

Jika pilihan Anda akhirnya jatuh pada hunian cluster, Florence Village di Jakarta Garden City menawarkan rumah dua lantai dengan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan carport berkapasitas 2 mobil.
Walaupun mengusung konsep hunian yang kompak, tata letaknya tetap menyediakan ruang yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya itu, daya tarik Florence Village juga terlihat dari lingkungan Jakarta Garden City secara keseluruhan. JGC menempatkan taman dan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari konsep kawasan, lengkap dengan fasilitas olahraga seperti:
Clubhouse
Kolam renang
Lapangan tenis
Lapangan basket
Area bermain anak
Gym
Lintasan jogging
Bagi Anda yang ingin tinggal di rumah cluster dengan beragam fasilitas pendukung, skala kawasan JGC menjadi salah satu hal menarik yang dapat Anda pertimbangkan. Tertarik melihat langsung?
Hubungi kami untuk mendapatkan informasi harga rumah cluster terbaik sekaligus mengatur jadwal kunjungan ke unit yang tersedia.