| Senin - Sabtu | : | 09:00 - 20:00 WIB |
| Minggu | : | 09:00 - 21:00 WIB |
Bagi generasi yang tumbuh di tengah tuntutan kerja tinggi dan kesadaran lingkungan yang baik, hunian untuk Gen Z tidak cukup hanya mempertimbangkan harganya. Generasi ini mempertimbangkan keselarasan dengan preferensi gaya hidup mereka.
Survei dari Jangkara Data Lab bersama Jakpat mengungkap bahwa 95% Gen Z menempatkan work-life balance sebagai prioritas.[1] Artinya, hunian yang ideal bagi mereka adalah hunian dengan akses transportasi yang mudah untuk memangkas waktu perjalanan serta lingkungan yang mendukung pemulihan fisik dan mental setelah bekerja.
Lalu, hunian seperti apa yang benar-benar cocok dan apa rekomendasinya? Mari simak dalam ulasan berikut!

Sumber: Magnific @Jcomp
Dengan preferensi gaya hidup dan prioritas work life balance Gen Z, berikut lima karakteristik hunian Gen Z yang akan cocok untuk generasi ini:
Rumah untuk Gen Z harus dekat dengan pusat kerja, transportasi umum, atau jalan utama. Faktor ini dapat memangkas waktu tempuh dan menghindari stres akibat macet, sehingga waktu istirahat tidak terlalu banyak tersita di perjalanan.
Hunian berada di kawasan yang ramah pejalan kaki, di mana fasilitas seperti minimarket, kafe, dan ruang publik dapat dijangkau tanpa kendaraan. Tujuannya, mendukung gaya hidup aktif sekaligus mengurangi polusi akibat kendaraan bermotor, sesuai karakter Gen Z yang mendukung sustainability.
Sebuah riset bahkan menunjukkan bahwa 92% Gen Z rela membayar lebih mahal asalkan bisa tinggal di kawasan walkable community.[2]
Keberadaan ruang terbuka hijau membantu Gen Z memulihkan energi setelah bekerja. Paparan ruang terbuka hijau membantu mereka menurunkan tingkat stres dan kelelahan mental, yang penting mengingat tuntutan kerja yang tinggi saat ini.
Selain itu, Gen Z dikenal cukup peduli terhadap kesehatan holistik, sehingga keberadaan lingkungan hijau di sekitar hunian menjadi nilai tambah yang sejalan dengan gaya hidup merek.
Selain ruang terbuka hijau, ketersediaan fasilitas olahraga juga menjadi pertimbangan penting. Fungsinya untuk melepas penat sekaligus menjaga gaya hidup aktif di tengah kesibukan kerja.
Ketersediaan jogging track, gym, lapangan olahraga, hingga jalur sepeda membuat aktivitas fisik bisa dilakukan tanpa harus pergi jauh dari rumah.
Fasilitas ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, sehingga mengurangi kebutuhan untuk meluangkan waktu tambahan demi bertemu dengan orang lain di luar lingkungan hunian.
Hunian harus memiliki akses internet yang stabil mengingat sebagian besar aktivitas harian Gen Z bergantung pada konektivitas digital. Mulai dari mengirim email, mengikuti online meeting, hingga streaming hiburan, semuanya membutuhkan jaringan internet yang andal agar produktivitas tidak terganggu.
Jika ditanya, Generasi Z identik dengan apa? Gen Z tumbuh dalam budaya bersosialisasi, eksplorasi kuliner, dan rutinitas yang aktif. Generasi ini cocok dengan hunian yang terhubung langsung ke area komersial, kafe, mal, atau pusat hiburan.

Sumber: Magnific @zinkevych
Jika generasi sebelumnya cenderung memprioritaskan luas bangunan atau harga, Gen Z justru lebih mempertimbangkan pengalaman tinggal secara menyeluruh.
Mereka mencari kawasan yang mendukung produktivitas sekaligus pemulihan diri, mengingat batas antara waktu kerja dan waktu pribadi kian menipis di era kerja modern saat ini.
Dengan pergeseran ini, tipe hunian yang cocok untuk Gen Z sebenarnya adalah hunian dengan konsep yang lebih terintegrasi. Tempat tinggal, ruang terbuka hijau, fasilitas penunjang, serta area komersial semuanya berada dalam satu kawasan yang sama.

Sumber: Website @JakartaGardenCity
Dari semua tipe hunian, konsep kawasan mandiri terpadu atau township menjadi pilihan yang menarik. Pasalnya, semua kebutuhan esensial terdapat dalam satu kawasan, mulai dari tempat makan, hiburan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang terbuka yang tersedia dalam jarak yang lebih dekat.
Konsep ini cocok dengan gaya hidup Gen Z yang mengutamakan praktis, mudah terkoneksi, dan tidak ingin banyak waktu habis di perjalanan.

Sumber: Website @JakartaGardenCity
Salah satu kawasan yang cocok untuk Gen Z adalah Florence Village, bagian dari Jakarta Garden City. Hunian ini menawarkan pilihan rumah dua lantai dengan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan carport yang muat hingga 2 mobil, dengan harga mulai dari Rp1 miliaran.
Lokasinya masih berada di dalam wilayah Jakarta Timur dan hanya sekitar 10 menit dari kawasan Kelapa Gading, sehingga akses menuju ke pusat kota tetap mudah Anda jangkau kapan saja.
Selain itu, akses tol juga sangat dekat, cukup 1 menit dari gerbang tol Cakung Timur, sehingga mobilitas Anda ke arah kota menjadi lebih cepat dan efisien.
Fasilitas di dalamnya juga cukup lengkap. Untuk mendukung kebutuhan sehari-hari tersedia pilihan:
AEON Mall
IKEA
POM Bensin
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
Sekolah Global Mandiri
Singapore Intercultural School
Golden Baby School
Mayapada Hospital
Lapangan Basket
Lapangan Tennis
Jogging Track
Kolam Renang
Taman Yoga
Taman Kota
Food Garden
Richeese Factory
Pizza Hut
Bebek Kaleyo
Rumah Makan Sederhana
Beragam pilihan kafe
Semua kebutuhan belanja, pendidikan anak, dan layanan kesehatan tersedia dalam satu ekosistem yang sama. Sejalan dengan gaya hidup Gen Z yang ingin serba terintegrasi.
Untuk kepemilikan, rumah di Florence Village tersedia dengan skema cicilan mulai dari Rp5 juta per bulan, sehingga dapat menjadi opsi bagi Anda yang mulai merencanakan hunian sendiri.
Jika Anda tertarik melihat langsung konsep hunian untuk Gen Z yang sudah dibahas di atas, Anda dapat mengunjungi show unit Florence Village kami di Jakarta Garden City Main Boulevard. Atau hubungi agen pemasaran kami untuk informasi lebih lanjut dan promosi menarik!