| Senin - Sabtu | : | 09:00 - 20:00 WIB |
| Minggu | : | 09:00 - 21:00 WIB |
Jika Anda sudah lama tidak berkunjung atau mendengar kabar tentang wilayah ini, Anda mungkin akan terkejut melihat wajah barunya hari ini. Cakung, Jakarta Timur, kini tengah mengalami perubahan besar.
Dahulu, orang mungkin hanya mengenalnya sebagai pusat pabrik dan gudang. Namun sekarang, wilayah Cakung, Jakarta Timur, menjelma sebagai kawasan hunian premium terpadu favorit di ibu kota. Maka, bukan tanpa alasan banyak orang kini melirik Cakung.
Alasan-alasan tersebut dapat Anda lihat selengkapnya di bawah ini.
Melihat sedikit ke belakang, daerah Cakung, Jakarta Timur, dulunya didominasi hamparan sawah dan rawa-rawa yang subur. Bahkan, kawasan ini sempat menjadi lumbung pangan bagi masyarakat di pinggiran Batavia.
Perubahan besar pertama kali terjadi pada era 1970-an. Kala itu, pemerintah menetapkan wilayah ini sebagai pusat industri. Kehadiran Kawasan Industri Pulogadung (yang sudah resmi berganti nama sebagai Jakarta International Estate Pulogadung atau JIEP) seluas 433 hektar menjadi tonggak sejarah.
JIEP adalah kawasan industri pertama di Indonesia yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kawasan ini berhasil menarik lebih dari 400 perusahaan berskala nasional maupun internasional.
Tidak hanya itu, hadirnya Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung juga membuat wilayah ini menjadi urat nadi kegiatan ekspor dan impor negara.
Di sisi lain, perubahan Cakung dari lahan pertanian ke pusat industri itu dapat terwujud karena kemajuan jaringan transportasi. Betapa mudahnya lokasi Cakung, Jakarta Timur, dijangkau dari berbagai arah.
Penyebabnya:
Akses dekat ke Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) dan Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang yang memungkinkan perjalanan ke pusat kota dalam waktu kurang dari 15 menit
Keberadaan Terminal Terpadu Pulo Gebang dengan fasilitas sekelas bandara yang memudahkan mobilitas antarkota dan antarprovinsi
Rencana jalur MRT East-West Fase 3 yang akan melewati stasiun Ujung Menteng dan Pulo Gebang
Akses dekat ke Pelabuhan Tanjung Priok yang memberikan nilai plus pergerakan ekonomi
Maka dari itu, kini perekonomian Cakung tak lagi bergantung pada pertanian, namun juga:
Industri dan logistik, khususnya di sekitar wilayah Penggilingan dan KBN
Perdagangan dan jasa, terutama di sekitar kawasan permukiman dan Ujung Menteng
Pasar properti, yang harganya terus mengalami apresiasi
Cakung sudah berganti rupa. Di tengah-tengah pabrik, berdiri rapi perumahan modern dengan fasilitas lengkap dan hijauan rindang di sekitarnya.
Perubahan menuju area permukiman ini sudah terlihat sejak awal 2000-an. Developer besarlah yang memulainya dengan membangun konsep kota mandiri (township) di atas lahan rawa. Seiring waktu, Cakung sukses menawarkan gaya hidup kelas atas dengan fasilitas bertaraf internasional.
Empat faktor ini mengubah wajah Cakung seperti sekarang:
Akses tol yang matang dan rencana MRT mempercepat perjalanan ke pusat Jakarta
Kehadiran AEON Mall Jakarta Garden City dan IKEA menjadikan Cakung pusat belanja-rekreasi keluarga
Adanya sekolah-sekolah internasional dan Mayapada Hospital Rumah Sakit Jakarta menjamin kebutuhan dasar keluarga
Permukiman hijau yang mencegah banjir sekaligus menyediakan area rekreasi yang asri
Jika alasan-alasan tadi masih belum cukup untuk meyakinkan Anda memilih Cakung ketimbang Bekasi atau Cibubur, simak alasan-alasan berikut:
Pertama, secara administratif Cakung masih berada di bawah DKI Jakarta. Jadi, Anda tetap berdomisili di Jakarta dengan KTP Jakarta.
Akses menuju Tol JORR jauh lebih langsung dan bebas dari macet.
Harga tanah di Cakung, Jakarta Timur, masih lebih terjangkau dibandingkan di Kelapa Gading. Namun, fasilitas yang ditawarkan tidak kalah saing. Lingkungannya juga lebih luas dan lebih hijau.
Melihat semua alasan tadi, rasanya semakin berat untuk tidak menaruh minat pada Cakung sebagai pilihan tempat tinggal.
Modernland, melalui PT Mitra Sindo Sukses, menjadi developer yang turut mengembangkan kawasan Cakung. Wujudnya adalah proyek Jakarta Garden City (JGC) yang dirancang sebagai “kota masa depan”.
JGC menggabungkan area komersial dan residensial dengan ruang terbuka hijau. Hingga tahun 2018 saja, JGC berhasil membangun dan memasarkan lebih dari 2.000 unit rumah tapak dan 200 unit tempat usaha.
Sebagai jantung pengembangannya, JGC menerapkan konsep “eco township” alias kota ramah lingkungan.
Dengan begitu, Anda tentu akan mendapatkan manfaat-manfaat berikut:
Dengan 30% kawasan berupa ruang hijau, Anda dan keluarga dapat menikmati udara pagi yang segar.
Desain rumah kekinian yang memperhatikan pertumbuhan keluarga.
Kawasan antibanjir berkat desain yang matang dan terhubung ke Banjir Kanal Timur.
Developer dengan 40 tahun pengalaman menjamin kepastian hukum. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang Anda peroleh dapat Anda naikkan ke Sertifikat Hak Milik (SHM).
Fasilitas super lengkap di dalam kawasan, mencakup pusat belanja dan hiburan, pendidikan, kesehatan, dan akses transportasi.
Bagi Anda yang menjadikan properti sebagai mesin cuan, data-data di JGC terbilang menggiurkan:
Rumah tapak bisa Anda sewakan dengan harga mulai dari Rp47 juta hingga melampaui Rp100 juta per tahun.
Jika Anda berencana menyewakan apartemen tipe studio di Cakung, Jakarta Timur, potensi harga sewa berkisar antara Rp57–65 juta per tahun.
Keuntungan dari hasil sewa dapat mencapai 6-8%.
Kenaikan harga jual kembali properti rata-rata mencatatkan angka 5-7% setiap tahunnya.
Ke depannya, prospek investasi dan kualitas tinggal di sini semakin menggoda. Seiring tingginya animo terhadap properti berkualitas, harga di JGC akan terus meroket. Fasilitas publik yang terus berkembang pun semakin menegaskan Cakung, terutama JGC, sebagai episentrum ekonomi baru di Jakarta.
Itulah tadi perjalanan Cakung, Jakarta Timur, dari waktu ke waktu, dan tampilan terkininya yang menjanjikan. Bila Anda sudah yakin untuk turut merasakan kemajuan kawasan ini, JGC adalah lokasi yang paling ideal untuk bermukim. Hubungi kami untuk informasi lengkap tentang cluster yang bisa Anda jadikan pilihan.